Background Image

Coding Bootcamp

Coding Bootcamp?

Agaknya benar ungkapan ‘tak kenal maka tak sayang’. Kebanyakan yang telah mengenal dan memahami tentang Coding Bootcamp tertarik untuk mengikutinya. Tak hanya sekadar ingin berkiprah di bidang teknologi, keikutsertaan mereka dalam Coding Bootcamp memang benar-benar didasarkan pada kecintaannya terhadap teknologi. Mending kuliah di jurusan teknologi informasi, setelah lulus akan mendapat pengakuan dan menyandang gelar sarjana. Mungkin ada di antara Anda yang berpikir demikian. Yakin akan pemikiran tersebut?

Agar tidak salah langkah dan menyesal di kemudian hari yang pastinya tak ada guna, mari berkenalan dengan Coding Bootcamp, mulai dari kurikulum, waktu, biaya, proses belajar, hingga kualitas lulusannya. Sebenarnya apa sih coding bootcamp itu? Apa bedanya dengan kuliah di perguruan tinggi? Mengapa orang-orang lebih memilih untuk mengikuti coding bootcamp dibanding kembali duduk di bangku kuliah? Mungkin beragam pertanyaan tersebut muncul dalam benak Anda. Anda harus mengenal lebih dulu seluk-beluk Coding Bootcamp untuk bisa menemukan jawabannya.

Apa sih Coding Bootcamp itu?

Sebagaimana telah disinggung sebelumnya bahwa Coding Bootcamp merupakan suatu program pelatihan intensif yang mengajarkan dasar-dasar dan keterampilan teknis tentang coding, pemrograman, dan pengembangan teknologi seperti web, perangkat lunak, atau aplikasi mobile. Jangka waktu pelaksanaan program ini sangatlah bervariasi, berkisar antara 6 hingga 28 minggu, tetapi rata-rata 12 minggu. Proses belajar di bootcamp didasarkan pada kurikulum teknikal dalam framework dan bahasa pemrograman yang populer di kalangan para ahli seperti JavaScript, Ruby on Rails, Python, dan PHP. Kurikulum bootcamp dirancang secara proporsional dan aplikatif. Artinya, program pelatihan ini lebih banyak memberikan praktik, sehingga semakin mengasah keterampilan teknis siswa. Setiap siswa mampu membangun aplikasi web, menganalisis data, dan menggunakan tool pengembangan hanya dalam hitungan minggu.

Sebagai lembaga pelatihan, Coding Bootcamp memberikan bekal ilmu dan keterampilan yang bisa diaplikasikan langsung di dunia kerja. Bootcamp melatih siswanya agar mampu berkarir di industri teknologi. Tak hanya dibekali dengan dasar-dasar teknis tentang coding, siswa bootcamp juga dibekali dengan keterampilan-keterampilan lain yang mampu menunjang karirnya, seperti membuat portofolio, menghadapi wawancara, dan lain sebagainya. Asyiknya lagi, para lulusan Coding Bootcamp dibantu dalam mencari pekerjaan. Coding Bootcamp umumnya bekerjasama dengan beberapa perusahaan yang siap mempekerjakan lulusannya. Kabar gembiranya, dalam kurun waktu kurang lebih 120 hari, kebanyakan lulusan Coding Bootcamp telah berhasil memperoleh pekerjaan.

Mana yang harus dipilih, Coding Bootcamp atau perguruan tinggi?

Diakui atau tidak, hingga saat ini banyak orang yang masih bingung dalam memilih lembaga pendidikan yang relevan dan efektif untuk belajar teknologi digital, Coding Bootcamp ataukah perguruan tinggi. Satu hal penting yang harus diketahui dan dipahami bahwa berkarir di dunia teknologi tidak bergantung pada gelar sarjana komputer. Coding Bootcamp menyelenggarakan program pendidikan selama 12 Minggu, sedangkan perguruan tinggi butuh waktu selama 4 tahun. Perbedaan antara Coding Bootcamp dengan perguruan tinggi berikut mungkin bisa menambah referensi Anda dalam menentukan pilihan diantara keduanya.

  • Biaya. Jika dihitung kebutuhan biaya secara keseluruhan, total biaya pendidikan di Coding Bootcamp dengan biaya pendidikan di perguruan tinggi jelas jauh lebih murah dan efisien. Meski berbiaya lebih murah, bekal ilmu dan keterampilan teknis yang lebih aplikatif dari Coding Bootcamp justru dihargai dengan tingkat gaji lebih besar.

  • Return on Investment (ROI). Coding Bootcamp tak ubahnya wadah untuk berinvestasi ilmu. Dengan waktu yang lebih singkat dan biaya yang lebih murah, lulusannya dapat berkarir dan memperoleh gaji yang sama seperti lulusan perguruan tinggi bahkan lebih tinggi.

  • Komitmen terhadap waktu. Program pendidikan di perguruan tinggi membutuhkan waktu yang lebih lama dalam penguasaan materi dan praktik. Sebaliknya, Coding Bootcamp hanya perlu beberapa minggu, tetapi butuh kesediaan untuk aktif agar materi yang disampaikan benar-benar aplikatif.

  • Kurikulum. Untuk memahami sistem komputer dan coding secara umum, kurikulum perguruan tinggi memang lebih sistematis. Namun, Coding Bootcamp memberikan tawaran yang lebih menarik, karena berpedoman pada learning by doing sehingga lebih banyak praktik dibandingkan hanya sekadar penyampaian teori.

  • Karir. Pahami dulu tujuan Anda belajar coding. Jika Anda ingin menjadi eksekutif di suatu perusahaan, belajar di perguruan tinggi bisa menjadi pilihan. Namun, apabila Anda ingin menjadi seorang pendiri startup atau bergabung dalam startup, maka Coding Bootcamp pilihan yang tepat.

Apa Yang Harus Dipahami Sebelum Mengikuti Coding Bootcamp?

Sebelum memutuskan untuk mengikuti Coding Bootcamp, ada baiknya jika Anda pahami sejak awal bahwa Coding Bootcamp merupakan program intensif. Artinya, program ini dijalankan secara terus-menerus dalam jangka waktu yang sudah ditentukan. Tak menutup kemungkinan kegiatannya akan sangat melelahkan dan memicu stres. Jadi, tak semua orang siap mengikuti Coding Bootcamp. Dari sisi Coding Bootcamp sendiri, mereka juga enggan untuk melatih orang yang tingkat keseriusannya rendah. Oleh sebab itu, Coding Bootcamp memiliki standar atau kriteria sendiri dalam menerima siswa. Silakan cek, apakah Anda memiliki kriteria yang disyaratkan Coding Bootcamp berikut ini.

  • Bersedia untuk bekerja keras. Syarat ini penting untuk dipenuhi saat mengikuti Coding Bootcamp. Siswa harus mengikuti setiap program secara intensif yang setidaknya menghabiskan waktu lebih dari 40 hingga 80 jam setiap minggunya untuk mempelajari keterampilan baru selama durasi program. Oleh sebab itu, komitmen untuk aktif mengikuti setiap program sangat penting bagi kesuksesan Coding Bootcamp.

  • Mampu menyelesaikan masalah. Seorang programmer atau developer andal sering kali dihadapkan pada masalah. Nah, kemampuan menyelesaikan masalah tersebut menjadi syarat yang juga harus dipenuhi oleh para siswa Coding Bootcamp. Selama durasi program, siswa ditempa dengan beragam tantangan. Hal ini untuk menguji kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah dan menghadapi tantangan. Selama menghadapi tantangan coding teknis, pendekatan dalam memecahkan masalah akan lebih penting dibandingkan menghadapi tantangan.

  • Keterampilan personal. Selama mengikuti Coding Bootcamp, Anda akan berinteraksi dan bekerjasama dengan orang-orang asing yang tidak dikenal. Memang tidak mudah, namun di situlah keterampilan personal Anda diuji. Kemauan untuk belajar dan bekerjasama dengan siswa lain akan menambah kematangan Anda dalam menjalin hubungan sosial dan kerja.

  • Untuk menilai kesiapan Anda mengikuti Coding Bootcamp, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mengikuti kursus untuk mengenali minat terhadap coding, mengikuti workshop untuk menguji hasrat Anda terhadap coding, menghadiri pertemuan komunitas programmer atau developer, dan mengikuti program Coding Bootcamp.

Bagaimana Proses Pendaftaran Coding Bootcamp
Harapan dari wawancara Coding Bootcamp

Saat mendaftar pada program Coding Bootcamp, jangan heran apabila Anda harus melalui tahap wawancara. Pastinya bukan seperti wawancara kerja yang penuh dengan ketegangan, tetapi lebih pada upaya untuk mengenal satu sama lain terkait dengan alasan mengikuti Coding Bootcamp, tantangan logika, dan hal-hal teknis lainnya. Jadi, tak ada yang perlu ditakutkan saat wawancara, karena inilah kesempatan Anda untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan Anda tentang Coding Bootcamp. Informasi sekecil apapun tentang Coding Bootcamp yang akan diikuti sangat penting dalam upaya mempelajari keterampilan teknis yang lebih baik.

Bagaimana Gambaran Biaya Mengikuti Coding Bootcamp?
Besaran biaya Coding Bootcamp
Terkait dengan biaya, para penyelenggara bootcamp memberikan penawaran yang bersaing. Sebagai perbandingan, rata-rata biaya program Coding Bootcamp di US berkisar $20,000, jika dihitung dalam mata uang Indonesia mencapai Rp 200 jutaan. Sementara di Indonesia sendiri ada lembaga pendidikan non-formal yang menyelenggarakan program Coding Bootcamp yaitu HACKTIV8. Untuk belajar coding dan pemrograman di HACKTIV8, Anda akan dikenai biaya program sebesar Rp 40 juta. Anda bisa berhemat puluhan bahkan ratusan juta. Masalah biaya memang cukup sensitif. Ada yang menganggap terlalu mahal, tetapi ada pula yang menganggap bahwa biaya program Coding Bootcamp sebanding dengan kualitas output yang dihasilkan. Jangan terpancing dengan besaran nominalnya, tetapi pertimbangkan pula potensi pekerjaan dan tingkat upah yang bisa diperoleh dengan berkarir di bidang teknologi. Biaya program Coding Bootcamp tak ubahnya seperti investasi yang menguntungkan bagi masa depan Anda.
Sumber pendanaan Coding Bootcamp

Tak bisa dipungkiri bahwa biaya program coding bootcamp mahal bagi siswa yang tidak memiliki kemampuan finansial yang kuat. Mereka harus mencari sumber dana agar bisa mengikuti program Coding Bootcamp, seperti berhutang dari teman atau keluarga. Seiring dengan perkembangan Coding Bootcamp sebagai industri, berkembang pula bisnis finansial yang menyertainya. Kini, Anda yang mengalami kesulitan finansial tak perlu takut gagal mengikuti program Coding Bootcamp. HACKTIV8 sebagai penyelenggara Coding Bootcamp bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan jasa di bidang keuangan seperti Koin Works dan Tunaiku Amar Bank, siap memberikan pinjaman dana pendidikan Coding Bootcamp. Bahkan lembaga pendidikan non-formal ini juga menyediakan beasiswa dan diskon khusus berdasarkan jenis kelamin, pengalaman, dan latar belakang pendidikan. Bagi Anda yang berstatus sebagai karyawan di perusahaan tertentu, bisa jadi memiliki solusi alternatif. Anda dapat melakukan negosiasi dengan pimpinan perusahaan tempat Anda bekerja untuk memberikan pinjaman sebagai sumber dana program Coding Bootcamp yang akan diikuti.

Bagaimana Jaminan Kerja Dari Coding Bootcamp?
Prospek kerja setelah lulus Coding Bootcamp

Tak perlu takut mengganggur setelah lulus dari Coding Bootcamp. Selain bisa memulai bisnis startup sendiri, dengan keterampilan teknis yang dimiliki Anda bisa bekerja pada perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga ahli di bidang teknologi informasi. Kabar gembiranya, HACKTIV8 telah menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang siap mempekerjakan lulusan dari Coding Bootcamp HACKTIV8. Khusus bagi lulusan terbaik akan ada jalur khusus penempatan kerja. Sementara bagi lulusan secara umum tetap berkesempatan untuk memperoleh pekerjaan karena resumenya akan dikirimkan pada perusahaan-perusahaan mitra.

Lingkup kerja lulusan Coding Bootcamp

Bingung harus bagaimana dengan pendidikan dan keterampilan teknis yang telah diperoleh selama mengikuti coding bootcamp? Tak perlu bingung. Ada banyak peluang kerja yang bisa diperoleh lulusan Coding Bootcamp, di antaranya adalah:

  • Junior developer pada perusahaan yang selama ini Anda kagumi dan ingin bekerja di dalamnya.
  • Gabung dengan kelompok developer dalam startup.
  • Magang di perusahaan atau startup dan terus belajar.
  • Menjadi co-founder teknikal dan membantu dalam peluncuran produk.
  • Freelance.
  • Menjadi mentor atau instruktur pada lembaga pendidikan non-formal penyelenggara Coding Bootcamp.